Menuju Link and Match DUDIKA : Dosen DKV Universitas Harkat Negeri Inisiasi Paradigma Deep Learning dan PjBL Berbasis STEM di SMK Negeri 1 Dukuhturi

TEGAL — Universitas Harkat Negeri (UHN) terus mempertegas komitmennya dalam mengabdi dan mentransfer nilai-nilai akademik progresif ke lini pendidikan vokasi demi menekan angka pengangguran terdidik di Indonesia. Perwujudan nyata ini direfleksikan oleh Ahmad Ramdhani, S.Kom., M.Ds., Dosen Tetap Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) UHN, yang hadir sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan In-House Training (IHT) Sinkronisasi Kurikulum di SMK Negeri 1 Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Acara yang mengusung tema “IHT Pengembangan Kurikulum DKV Model Deep Learning & PjBL Berbasis STEM Menuju Link & Match DUDIKA” ini diselenggarakan pada Senin, 25 Mei 2026, mulai pukul 07.30 hingga 15.30 WIB. Bertempat di Laboratorium DKV SMK Negeri 1 Dukuhturi, forum akademik intensif ini diikuti oleh sekitar 20 guru adaptif dan normatif dari rumpun program keahlian DKV. Kegiatan IHT ini mengupas tuntas jalannya rekonstruksi kurikulum yang tidak lagi sekadar mengejar angka kelulusan, melainkan membangun ekosistem yang membuat lulusan senantiasa dibutuhkan oleh industri.

Membongkar Krisis Belajar Melalui Praktik Pedagogis Baru

Kegiatan IHT dirancang dalam bentuk lokakarya interaktif dan diskusi mendalam yang membedah lima pilar materi utama: fenomena tantangan digital, dikotomi surface learning VS deep learning, akar pedagogis guru modern, kerangka pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terintegrasi STEM, hingga metode portofolio digital siswa. Ahmad Ramdhani mengawali sesi dengan mengajak para guru mengamati ironi data makro ketenagakerjaan, di mana lulusan SMK kerap menyumbang angka pengangguran akibat adanya gap ilmu dan kultur mismatch dengan kebutuhan industri.

Tidak sekadar memaparkan teori, kegiatan ini memfasilitasi para guru untuk merevolusi rancangan pembelajaran mereka. Bentuk kegiatan konkretnya meliputi pemetaan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Fase E dan F, serta menyimulasikan integrasi lintas disiplin ilmu. Guru-guru normatif (seperti Bahasa Indonesia, PPKn dan matematika) serta guru adaptif diajak berkolaborasi merancang modul proyek kreatif DKV, misalnya mendesain kemasan ramah lingkungan menggunakan perhitungan geometris presisi (Engineering & Mathematics) atau menyusun brief desain serta portofolio profesional menggunakan literasi fungsional.

Motivasi Kepemimpinan: Menatap Karakter Lulusan Vokasi Masa Depan

Kepala SMK Negeri 1 Dukuhturi, Bapak Kaslani, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan penuh afirmasi yang membakar semangat korps tenaga pendidik. Beliau menegaskan bahwa kurikulum bukanlah dokumen mati, melainkan instrumen dinamis yang menentukan nasib generasi masa depan.  “Kegiatan IHT Sinkronisasi Kurikulum bersama Universitas Harkat Negeri ini merupakan momentum krusial bagi seluruh jajaran guru adaptif dan normatif DKV untuk melompat keluar dari zona nyaman pedagogi tradisional. Kita harus sadar bahwa tantangan ekonomi global hari ini menuntut ketahanan mental, etos kerja, dan fleksibilitas adaptasi yang tidak bisa dilahirkan hanya dari ruang kelas satu arah. Peran Bapak dan Ibu guru sekalian bukan sekadar mentransfer teori demi nilai rapor maupun ujian kelulusan yang memuaskan, melainkan membentuk pola pikir (growth mindset) dan menajamkan kemampuan berpikir kritis siswa. Mari kita jadikan IHT ini sebagai titik balik untuk menyatukan visi, menyusun strategi pembelajaran yang bermakna, dan berkomitmen penuh mendampingi anak didik kita. Saya optimis, melalui sinergi akademik yang kuat ini, SMKN 1 Dukuhturi mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi memiliki bukti kompetensi nyata yang dicari oleh dunia industri.”

Reorientasi Kurikulum: Menghadirkan Mini Industri ke Ruang Kelas

Senada dengan kepala sekolah, Bapak Muhamad Afandi, S.Kom., selaku Ketua Program Keahlian DKV SMKN 1 Dukuhturi, memaparkan target strategis dan kemanfaatan substansial dari sinkronisasi kurikulum berbasis kemitraan ini. “Tujuan utama dari penyelenggaraan IHT ini adalah meruntuhkan dinding pembatas antara apa yang diajarkan di sekolah dengan realitas dinamis yang berkembang di ekosistem DUDIKA. Melalui forum ini, kita ingin memastikan bahwa kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 telah selaras dengan standar kompetensi terkini, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam industri kreatif. Manfaat langsung yang ingin dicapai adalah berubahnya atmosfer pembelajaran kelas, dari yang semula sebatas pemberian ‘tugas sekolah’ menjadi sebuah ‘simulasi kerja’ dengan tenggat waktu dan standar revisi yang riil. Kami berterima kasih atas pendampingan dari prodi D3 DKV Universitas Harkat Negeri yang membuka wawasan bahwa pelajaran normatif dan adaptif adalah fondasi soft skill yang esensial, bukan pelengkap administrasi semata. Dengan kurikulum baru ini, kita menargetkan setiap siswa yang lulus kelak dapat dengan bangga menyodorkan portofolio digital yang berisi bukti karya konkret selama tiga tahun menempuh pendidikan di sini.”

Urgensi Deep Learning di Era Intelligence Economy: Solusi Metodologis DKV

Sebagai narasumber kegiatan, Ahmad Ramdhani, S.Kom., M.Ds., membongkar akar masalah pedagogis sekaligus menawarkan jalan keluar metodologis melalui implementasi deep learning dan kerangka kerja PjBL berbasis STEM yang terintegrasi di SMK Negeri 1 Dukuhturi. “Dunia pendidikan kita saat ini tengah menghadapi krisis belajar yang serius akibat terjebak pada pola surface learning, di mana siswa belajar kilat hanya demi ujian dan menghafal demi nilai, namun melupakan seluruh esensi ilmu setelah kelulusan. Dalam bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) yang bergerak sangat cepat di era otomasi ini, keterampilan teknis semata akan sangat mudah kedaluwarsa jika tidak ditopang oleh kemampuan memecahkan masalah kompleks. Di sinilah urgensi materi deep learning dan PjBL berbasis STEM diimplementasikan; kita mengonstruksi pembelajaran agar siswa mampu memahami makna, menghubungkan ide, dan mengolah brief desain secara kontekstual. Melalui pendekatan Engineering Design Process (EDP) yang iteratif—mulai dari bertanya, membayangkan, merancang, membuat, hingga menguji—siswa dilatih peka terhadap problem nyata di sekitarnya, seperti membantu strategi branding dan identitas visual UMKM lokal,” urai Ahmad Ramdhani.

Lebih lanjut, akademisi Universitas Harkat Negeri ini menekankan bahwa keberanian guru untuk melakukan adaptasi dalam pembelajaran di era kecerdasan artifisial (AI) saat ini merupakan kunci utama untuk menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar selaras dengan transformasi industri nasional.  “Perubahan yang kita lakukan hari ini sesungguhnya mencerminkan transisi global yang jauh lebih besar. Dunia kini sedang bergerak dinamis dari ekonomi berbasis pengetahuan (Knowledge Economy) menuju ekonomi berbasis kecerdasan (Intelligence Economy). Pada era sebelumnya, SMK mungkin cukup menghasilkan lulusan yang sekadar memahami teori permukaan dan patuh pada prosedur kerja standar. Namun di era AI, kemampuan prosedural seperti itu menjadi lini paling rentan yang sangat mudah digantikan oleh mesin,” jelasnya.

Oleh karena itu, reorientasi kurikulum baru dan implementasi pembelajaran dirancang untuk menggeser fokus pendidikan demi melahirkan profil lulusan baru yang memiliki ketahanan kompetensi tinggi, yang mencakup kemampuan:

  • Berpikir lintas disiplin guna mengoneksikan berbagai fenomena ilmiah;
  • Menggabungkan ekosistem teknologi dengan kedalaman kreativitas visual;
  • Memecahkan masalah kompleks (complex problem solver) yang dihadapi masyarakat dan industri;
  • Memahami, membaca, dan memaknai data secara kritis;
  • Mengintegrasikan instrumen AI dengan realitas dunia nyata secara bijak dan solutif;
  • Serta senantiasa beradaptasi dengan cepat terhadap disrupsi zaman.

“Universitas Harkat Negeri membawa nilai luhur bahwa pendidikan yang membebaskan harus mampu melahirkan manusia yang berpikir kritis dan adaptif. Jika kita tidak berani merombak strategi mengajar dari sekarang, kita akan terus melahirkan lulusan yang terasing dari industrinya. Transformasi pembelajaran saat ini adalah panggilan jiwa bagi para guru untuk berani melangkah bersama menciptakan pendidikan vokasi yang bernyawa dan kembali menjadi fasilitator inspiratif, pemantik utama bagi para siswa agar tidak lagi sekadar menjadi penonton mekanis di era kecerdasan artifisial, melainkan tumbuh menjadi creator yang berdaya menciptakan solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” pungkas Ahmad Ramdhani, memotivasi seluruh guru, sekaligus menandai berakhirnya sesi diskusi mendalam di Laboratorium DKV Smekar.

Berita By Ahmad Ramdhani, S.Kom., M.Ds (Senin, 25 Mei 2026)

Source : https://www.panturapost.com/info-pendidikan/2077410672/tekan-angka-pengangguran-dosen-dkv-harkat-negeri-inisiasi-kurikulum-deep-learning-di-smkn-1-dukuhturi